Kurt Cobain antara Cibiru-Jatinangor
:amm
Gus, aku ingin bersetubuh. Terlebih menyetubuhi perempuan-perempuan kawanku, juga perempuanmu yang kepadanya kau jatuh cinta setiap hari!
Aku menemuinya kemarin di toko buku miliknya. Jam bundar di sisi sebelah kanan tokonya mengejutkanku seketika, sudah jam tiga sore, sementara belum sekalipun aku mandi hari ini, belum sekalipun aku makan hari ini. Aku memasang senyumku yang kusangka tak pernah lebih tulus dari senyum miliknya. Ada dua orang sedang diskusi di sisi sebelah kiri. Ia terlihat sehat dengan sejadah digenggamannya. Barangkali dia baru sholat, ada bekas wudhu di wajahnya. Ia genggam tanganku, erat, hangat.
Dia bilang kabarnya baik. Aku katakan aku butuh recharge, kau khan psikiaterku! Aku mau ke belakang dulu. Dia mengantarkanku.
Tapi tak sampai dua menit aku di kamar mandinya, sesuatu yang membuatnya heran. Itulah, aku kehilangan semangat untuk apapun belakangan ini. Bahkan untuk buang air sekalipun. Ia menawarkan makanannya untukku. Ada nasi, biar kuisi lauk, katanya. Tak usah kataku. Aku tak ingin makan, kalau ingin biar aku sendiri nanti ke warung sebelah. Dia lalu menawarkanku setengah botol minuman mineral dengan merek yang baru saja aku lihat, minuman mineral yang dilengkapi teknologi resonansi untuk kesehatan, barangkali berisi doa-doa. Perlu doa-doa sebelum meminumnya, tanyaku. Ia hanya tertawa.
Kau tahu, telah tak kupercaya jiwa. Segala yang semburat, halus, tak nampak. Telah kuyakini hebatnya persetubuhan, dan bukan persejiwaan. Aku ingin bersetubuh, bukan bersejiwa.
Aku melihat buku-bukunya setelah dia menanyakan apa yang kubaca saat ini. Kujawab dengan sepatah kata percuma. Semua buku cuma merusak pikiran. You are what you read. Tak ada bedanya dengan You are what you buy. Aku tegaskan sekali lagi, gus, aku kehilangan semangat. Untuk semua hal. Semua yang kulakukan menjadi tak ada artinya lagi, menjadi sunyi dan hanya menyisakan kelelahan ajaib. Aku tak mampu lagi untuk membaca, apa lagi berpikir. Makanya aku datang menemuimu, psikiater. Dia makin nyata tertawa. Katanya, betapa ngirinya aku ke kamu, mam. Sial. Katanya, kamu itu malah me-recharge-ku. Lebih dari pemikiran manapun.
Bukunya banyak yang berdebu, dia bilang dia sedang malas. Sudah dua hari ini bahkan dia tidak mengepel tokonya. Ia lalu bercerita tentang kesia-siaan strategi pemasaran, juga keimpotentan agitasi-agitasi, propaganda-propaganda yang berniat menuntun mereka yang di luar untuk masuk melihat buku. Aku ingin mengalir, katanya, jika ingin kentut yah kentut, jika ingin buang air yah buang air. Fatal jika itu malah dihambat.
Di tanganku tergenggam catatan harian seorang gerilyawan. Dia bilang buku itu buatku. Dalam hatiku, aku tak ingin menjadi pembaca catatan harian seorang gerilyawan, aku ingin menjadi gerilyawan. Di Aceh atau di Meksiko, menjadi terorist atau zapatist. Terserah, aku ingin menjadi gerilyawan. Dan aku tidak hanya akan membuat setumpuk catatan harian, tapi akan kubuat juga catatan daftar dosa orang-orang yang tidak ikut menjadi gerilyawan, kubuat juga berratus-ratus surat cinta untuk seorang wanita yang menungguku di jendela kamarnya.
Dia menyodorkan beberapa judul buku kepadaku. Tentang sufisme, tentang metafisika, tentang alam kubur. Dia menawarkan diri untuk membacakan sebuah cerita di alam kubur. Ufh, maaf, gus, aku tak selera dengan penyiksaan kali ini. Dia beranjak dari kursinya, seseorang hendak menggunakan telepon.
Aku melempar mataku ke luar, ini sebuah jalan sumpek. Bis-bis besar berlomba mengeluarkan asap hitam knalpot, monoksida. Angkot-angkot hijau kecil berkejar-kejaran menghampiri calon penumpang. Pejalan kaki berbaur. Dua orang pengemis, sepertinya pasangan suami-istri, di seberang jalan bercanda. Aih, betapa mesranya, betapa bahagianya. Mereka berdua tertawa, berkejar-kejaran. Si lelaki dikejar si wanita. Si wanita mendapatkan si lelaki, lalu mereka kembali tertawa bahagia. Adakah yang lebih dermawan dari mereka berdua?
Kemudian Kurt Cobain lewat. Dia berada di kaos seorang pejalan kaki. Wajah itu, yang tertempel di kamar temanku yang sering kutumpangi, selalu menyimpan energi tersendiri rasanya. Wajah antara senyum dan segenggam amarah kemuakan. Rambut pirangnya gondrong, jatuh menimpa bahunya. Apa di pikirannya ketika ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya?
Aku pergi dari kursiku, aku makan dulu, kataku. Di warung sebelah tokonya, kubertemu dengan seorang kenalan lama. Apa kabar sapaku, entah siapa namanya, aku lupa. Aku memesan makanan, menu sederhana. (Dan kemudian, seperti biasanya apa-apa yang kupilih, selalu menyisakan penyesalan). Di tengah acara makan soreku (makan sore?), Kurt Cobain muncul lagi. Orang yang berbeda, kaos yang berbeda. Yeah, aku tahu, Cobain tidak sedang tersenyum. Wajah itu menyimpan energi amarah kemuakan. Cobain, hari ini kamu pahlawan saya! Kamu berani memutuskan sikap atas hidupmuā¦
Aku kembali ke tokonya, membakar rokok. Aku katakan kepadanya, mungkin begini akibatnya jika jauh dari tuhan. Dia tersenyum, sepertinya kau dekat sekali dengan tuhan, mam, katanya.
Jika saja aku bisa mengandaikan dunia ini sebuah bujur sangkar. Maka aku tahu betul di mana posisiku. Aku akan senantiasa megenggam setangkai mistar untuk kuukur tiap-tiap sisi bujur sangkar. Sedang dia, kawanku pemilik toko, akan selalu aku dapati membawa wadah, mungkin semacam buntelan paman janggut, ia akan memunguti semua kebajikan-kebajikan, warna-warna untuk kemudian ia tuangkan ke ruang tengah bujur sangkar. Ia selalu berbeda dariku. Entahlah, mungkin serupa. Caranya berpikir, caranya bertutur, semuanya kurasakan bukan berasal dari dunia yang kupahami. Yah, barangkali dia punya dunianya sendiri, dunia yang tak pernah aku mengerti, dan tak akan pernah.
Ayo, gus, beri aku motivasi, dorongan, atau apalah, aku kehilangan semangat. Kau paham khan? Dia malah bertanya, bagaimana tulisan-tulisanku? Bah, gus, menulis catatan harian pun aku telah kehilangan semangat. Ia kembali tersenyum. Mam, katanya, percayalah, semangat terus juga tak bagus. Santai sajalah.
Jam empat sore, sebuah janji lagi mesti kutepati. Enaknya naik apa, tanyaku. Kau, jawabnya, jalan saja dulu sampai sana. Kau pasti akan dapat sesuatu yang berharga, sesuatu yang akan kau bagi untukku kelak. Aku akan menemuimu, menanyakan apa yang kau dapatkan dan apa yang kau pikirkan setelahnya. Aku menurutinya dan berjalan hingga ke bundaran raja macet itu. Di tengah perjalanan, kembali ketemui Kurt Cobain. Di orang yang berbeda dan kaos yang berbeda. Wajahnya masih yang itu-itu juga, pirangnya masih yang itu-itu juga. Hanya kini Cobain berdasi. Pernahkah ia mengenakan dasi, pakaian seresmi itu? Sementara wajahnya mengumbar amarah kemuakan?
Aku putuskan naik angkot yang punya sedikit warna merah di sisinya. Beberapa polisi wanita ada di dalam angkot itu. Di sampingku, seorang berambut gondrong dan berpakaian rapi. Dan di pintu angkot, aha, miniposter Kurt Cobain. Aku memandangi wajahnya kali ini dengan serius. Bibirnya, mata sayunya, tulang pipinya. Semua yang memancarkan keberanian seorang gerilyawan.
Kupandangi ia hingga ternyata angkot telah sampai ke Jatinangor. Aku putuskan berhenti di sini saja. Di sebuah tempat foto kopi di mana malam harinya telah kusimpan sebuah buku untuk difoto kopi. Aku mengambil pesananku. AKU, karya Syumandjaya. Sebuah skenario film yang belum sekalipun difilmkan. Dibuatnya berdasarkan perjalanan hidup dan karya Chairil Anwar. Kumasukkan ke dalam tasku.
Sampai di rumah biru, aku putuskan untuk segera mandi. Berganti baju, menyisir rambut dan segera duduk di beranda. Memberi catatan di halaman pembuka, "Aku berkaca/ini muka penuh luka/punya siapa?" Chairil Anwar selalu menggairahkan. Lalu kuingat buku kumpulan karyanya milikku yang entah kupinjamkan kepada siapa dan hingga kini belum dikembalikan. Sepanjang sore aku membacanya. Malam hari, kepalaku dibayangi mata yang selalu merah milik Chairil, juga kisah cinta pertamanya yang ajaib. Tapi, lihatlah, seorang yang begitu angkuh itu ternyata mati hanya karena TBC dan sipilis yang tak kunjung sembuh.
Aku kemudian ingat sosok yang mirip Ida di hidupku sendiri. Sosok Ida yang kini menjauh sambil terus memandangku dan seolah berkata, kau begitu benar menginginkan aku? Sementara aku hanya terpaku di atas pasir putih, di antara teman-temanku. Dan bergumam, aku ingin merdeka darimu!
Akan aku ceritakan Kurt Cobain padamu kelak, gus.
Rumah Biru, Jatinangor 13 Agustus 2003
imam gumam dosa
:amm
Gus, aku ingin bersetubuh. Terlebih menyetubuhi perempuan-perempuan kawanku, juga perempuanmu yang kepadanya kau jatuh cinta setiap hari!
Aku menemuinya kemarin di toko buku miliknya. Jam bundar di sisi sebelah kanan tokonya mengejutkanku seketika, sudah jam tiga sore, sementara belum sekalipun aku mandi hari ini, belum sekalipun aku makan hari ini. Aku memasang senyumku yang kusangka tak pernah lebih tulus dari senyum miliknya. Ada dua orang sedang diskusi di sisi sebelah kiri. Ia terlihat sehat dengan sejadah digenggamannya. Barangkali dia baru sholat, ada bekas wudhu di wajahnya. Ia genggam tanganku, erat, hangat.
Dia bilang kabarnya baik. Aku katakan aku butuh recharge, kau khan psikiaterku! Aku mau ke belakang dulu. Dia mengantarkanku.
Tapi tak sampai dua menit aku di kamar mandinya, sesuatu yang membuatnya heran. Itulah, aku kehilangan semangat untuk apapun belakangan ini. Bahkan untuk buang air sekalipun. Ia menawarkan makanannya untukku. Ada nasi, biar kuisi lauk, katanya. Tak usah kataku. Aku tak ingin makan, kalau ingin biar aku sendiri nanti ke warung sebelah. Dia lalu menawarkanku setengah botol minuman mineral dengan merek yang baru saja aku lihat, minuman mineral yang dilengkapi teknologi resonansi untuk kesehatan, barangkali berisi doa-doa. Perlu doa-doa sebelum meminumnya, tanyaku. Ia hanya tertawa.
Kau tahu, telah tak kupercaya jiwa. Segala yang semburat, halus, tak nampak. Telah kuyakini hebatnya persetubuhan, dan bukan persejiwaan. Aku ingin bersetubuh, bukan bersejiwa.
Aku melihat buku-bukunya setelah dia menanyakan apa yang kubaca saat ini. Kujawab dengan sepatah kata percuma. Semua buku cuma merusak pikiran. You are what you read. Tak ada bedanya dengan You are what you buy. Aku tegaskan sekali lagi, gus, aku kehilangan semangat. Untuk semua hal. Semua yang kulakukan menjadi tak ada artinya lagi, menjadi sunyi dan hanya menyisakan kelelahan ajaib. Aku tak mampu lagi untuk membaca, apa lagi berpikir. Makanya aku datang menemuimu, psikiater. Dia makin nyata tertawa. Katanya, betapa ngirinya aku ke kamu, mam. Sial. Katanya, kamu itu malah me-recharge-ku. Lebih dari pemikiran manapun.
Bukunya banyak yang berdebu, dia bilang dia sedang malas. Sudah dua hari ini bahkan dia tidak mengepel tokonya. Ia lalu bercerita tentang kesia-siaan strategi pemasaran, juga keimpotentan agitasi-agitasi, propaganda-propaganda yang berniat menuntun mereka yang di luar untuk masuk melihat buku. Aku ingin mengalir, katanya, jika ingin kentut yah kentut, jika ingin buang air yah buang air. Fatal jika itu malah dihambat.
Di tanganku tergenggam catatan harian seorang gerilyawan. Dia bilang buku itu buatku. Dalam hatiku, aku tak ingin menjadi pembaca catatan harian seorang gerilyawan, aku ingin menjadi gerilyawan. Di Aceh atau di Meksiko, menjadi terorist atau zapatist. Terserah, aku ingin menjadi gerilyawan. Dan aku tidak hanya akan membuat setumpuk catatan harian, tapi akan kubuat juga catatan daftar dosa orang-orang yang tidak ikut menjadi gerilyawan, kubuat juga berratus-ratus surat cinta untuk seorang wanita yang menungguku di jendela kamarnya.
Dia menyodorkan beberapa judul buku kepadaku. Tentang sufisme, tentang metafisika, tentang alam kubur. Dia menawarkan diri untuk membacakan sebuah cerita di alam kubur. Ufh, maaf, gus, aku tak selera dengan penyiksaan kali ini. Dia beranjak dari kursinya, seseorang hendak menggunakan telepon.
Aku melempar mataku ke luar, ini sebuah jalan sumpek. Bis-bis besar berlomba mengeluarkan asap hitam knalpot, monoksida. Angkot-angkot hijau kecil berkejar-kejaran menghampiri calon penumpang. Pejalan kaki berbaur. Dua orang pengemis, sepertinya pasangan suami-istri, di seberang jalan bercanda. Aih, betapa mesranya, betapa bahagianya. Mereka berdua tertawa, berkejar-kejaran. Si lelaki dikejar si wanita. Si wanita mendapatkan si lelaki, lalu mereka kembali tertawa bahagia. Adakah yang lebih dermawan dari mereka berdua?
Kemudian Kurt Cobain lewat. Dia berada di kaos seorang pejalan kaki. Wajah itu, yang tertempel di kamar temanku yang sering kutumpangi, selalu menyimpan energi tersendiri rasanya. Wajah antara senyum dan segenggam amarah kemuakan. Rambut pirangnya gondrong, jatuh menimpa bahunya. Apa di pikirannya ketika ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya?
Aku pergi dari kursiku, aku makan dulu, kataku. Di warung sebelah tokonya, kubertemu dengan seorang kenalan lama. Apa kabar sapaku, entah siapa namanya, aku lupa. Aku memesan makanan, menu sederhana. (Dan kemudian, seperti biasanya apa-apa yang kupilih, selalu menyisakan penyesalan). Di tengah acara makan soreku (makan sore?), Kurt Cobain muncul lagi. Orang yang berbeda, kaos yang berbeda. Yeah, aku tahu, Cobain tidak sedang tersenyum. Wajah itu menyimpan energi amarah kemuakan. Cobain, hari ini kamu pahlawan saya! Kamu berani memutuskan sikap atas hidupmuā¦
Aku kembali ke tokonya, membakar rokok. Aku katakan kepadanya, mungkin begini akibatnya jika jauh dari tuhan. Dia tersenyum, sepertinya kau dekat sekali dengan tuhan, mam, katanya.
Jika saja aku bisa mengandaikan dunia ini sebuah bujur sangkar. Maka aku tahu betul di mana posisiku. Aku akan senantiasa megenggam setangkai mistar untuk kuukur tiap-tiap sisi bujur sangkar. Sedang dia, kawanku pemilik toko, akan selalu aku dapati membawa wadah, mungkin semacam buntelan paman janggut, ia akan memunguti semua kebajikan-kebajikan, warna-warna untuk kemudian ia tuangkan ke ruang tengah bujur sangkar. Ia selalu berbeda dariku. Entahlah, mungkin serupa. Caranya berpikir, caranya bertutur, semuanya kurasakan bukan berasal dari dunia yang kupahami. Yah, barangkali dia punya dunianya sendiri, dunia yang tak pernah aku mengerti, dan tak akan pernah.
Ayo, gus, beri aku motivasi, dorongan, atau apalah, aku kehilangan semangat. Kau paham khan? Dia malah bertanya, bagaimana tulisan-tulisanku? Bah, gus, menulis catatan harian pun aku telah kehilangan semangat. Ia kembali tersenyum. Mam, katanya, percayalah, semangat terus juga tak bagus. Santai sajalah.
Jam empat sore, sebuah janji lagi mesti kutepati. Enaknya naik apa, tanyaku. Kau, jawabnya, jalan saja dulu sampai sana. Kau pasti akan dapat sesuatu yang berharga, sesuatu yang akan kau bagi untukku kelak. Aku akan menemuimu, menanyakan apa yang kau dapatkan dan apa yang kau pikirkan setelahnya. Aku menurutinya dan berjalan hingga ke bundaran raja macet itu. Di tengah perjalanan, kembali ketemui Kurt Cobain. Di orang yang berbeda dan kaos yang berbeda. Wajahnya masih yang itu-itu juga, pirangnya masih yang itu-itu juga. Hanya kini Cobain berdasi. Pernahkah ia mengenakan dasi, pakaian seresmi itu? Sementara wajahnya mengumbar amarah kemuakan?
Aku putuskan naik angkot yang punya sedikit warna merah di sisinya. Beberapa polisi wanita ada di dalam angkot itu. Di sampingku, seorang berambut gondrong dan berpakaian rapi. Dan di pintu angkot, aha, miniposter Kurt Cobain. Aku memandangi wajahnya kali ini dengan serius. Bibirnya, mata sayunya, tulang pipinya. Semua yang memancarkan keberanian seorang gerilyawan.
Kupandangi ia hingga ternyata angkot telah sampai ke Jatinangor. Aku putuskan berhenti di sini saja. Di sebuah tempat foto kopi di mana malam harinya telah kusimpan sebuah buku untuk difoto kopi. Aku mengambil pesananku. AKU, karya Syumandjaya. Sebuah skenario film yang belum sekalipun difilmkan. Dibuatnya berdasarkan perjalanan hidup dan karya Chairil Anwar. Kumasukkan ke dalam tasku.
Sampai di rumah biru, aku putuskan untuk segera mandi. Berganti baju, menyisir rambut dan segera duduk di beranda. Memberi catatan di halaman pembuka, "Aku berkaca/ini muka penuh luka/punya siapa?" Chairil Anwar selalu menggairahkan. Lalu kuingat buku kumpulan karyanya milikku yang entah kupinjamkan kepada siapa dan hingga kini belum dikembalikan. Sepanjang sore aku membacanya. Malam hari, kepalaku dibayangi mata yang selalu merah milik Chairil, juga kisah cinta pertamanya yang ajaib. Tapi, lihatlah, seorang yang begitu angkuh itu ternyata mati hanya karena TBC dan sipilis yang tak kunjung sembuh.
Aku kemudian ingat sosok yang mirip Ida di hidupku sendiri. Sosok Ida yang kini menjauh sambil terus memandangku dan seolah berkata, kau begitu benar menginginkan aku? Sementara aku hanya terpaku di atas pasir putih, di antara teman-temanku. Dan bergumam, aku ingin merdeka darimu!
Akan aku ceritakan Kurt Cobain padamu kelak, gus.
Rumah Biru, Jatinangor 13 Agustus 2003
imam gumam dosa
jOaom8 The best blog you have!
Posted by
<a href="http://hydrocodone.99k.org/index.php">Hydrocodone</a> |
11/02/2007 1:13 PM
6eoeNB Wonderful blog.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/buyviagra/53.html">term death insurance benefits</a> |
11/03/2007 12:07 AM
Hello all!
Posted by
<a href="http://free.7host07.com/nmcfgy/242.html">aloha holidays maui wailea tours</a> |
11/03/2007 1:04 AM
Nice Article.
Posted by
<a href="http://fioricet.clanteam.com/?pharma=11">8 fioricet a day is ok</a> |
11/03/2007 1:52 AM
Please write anything else!
Posted by
<a href="http://celebrex.zxq.net/?pharma=1439">drug celebrex</a> |
11/03/2007 2:40 AM
Wonderful blog.
Posted by
<a href="http://m1.aol.com/BrettHead14/325.html">truckers insurance</a> |
11/03/2007 3:46 AM
Hello all!
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/buyviagra/index17.html">cialis and viagra purchase online</a> |
11/03/2007 5:22 PM
actually, that's brilliant. Thank you. I'm going to pass that on to a couple of people.
Posted by
<a href="http://tramadol.newsit.es/pharmacy-degree-line-buy-tramadol.html">pharmacy degree line buy</a> |
11/03/2007 9:57 PM
Wonderful blog.
Posted by
<a href="http://xanax.newsit.es/fed-ex-overnight-xanax.html">fed ex overnight xanax</a> |
11/03/2007 11:00 PM
actually, that's brilliant. Thank you. I'm going to pass that on to a couple of people.
Posted by
<a href="http://xenical.newsit.es/webresults-xenical.html">webresults xenical</a> |
11/04/2007 12:05 AM
Good job!
Posted by
<a href="http://phentermine.whdot.com/index9.html">canadian pharmacy online phentermine online pharmac</a> |
11/04/2007 12:54 AM
a10LnW write more, thanks.
Posted by
<a href="users2.titanichost.com/amalopra">JohnBraun</a> |
11/04/2007 6:42 PM
Hello all!
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/popebatret/index9.html">college party sex</a> |
11/05/2007 10:48 AM
Magnific!
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/inoryum/index5.html">douching anal sex</a> |
11/05/2007 11:21 AM
actually, that's brilliant. Thank you. I'm going to pass that on to a couple of people.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/hviler/index30.html">anime sex vids</a> |
11/05/2007 1:12 PM
Please write anything else!
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/ansfur/index3.html">lesbian naked sex</a> |
11/05/2007 1:45 PM
Good job!
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/olds77/index34.html">julia taylor anal</a> |
11/05/2007 2:22 PM
Good job!
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/shingro/index10.html">sex act mpeg</a> |
11/05/2007 2:51 PM
Please write anything else!
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/scersi/index3.html">eros sex magazine</a> |
11/05/2007 3:21 PM
Hello all!
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/t1fielde/index29.html">pamela nude sex</a> |
11/05/2007 3:51 PM
Magnific!
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/adjutes/index3.html">bbw sex parties</a> |
11/05/2007 4:27 PM
actually, that's brilliant. Thank you. I'm going to pass that on to a couple of people.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/adjutes/index16.html">beastiality sex bestialit</a> |
11/05/2007 5:09 PM
Hello all!
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/shiconta/index19.html">couples sex toys</a> |
11/05/2007 5:49 PM
Please write anything else!
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/gnites3/index30.html">hot transexual sex</a> |
11/05/2007 6:21 PM
Hello all!
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/marymeno/index5.html">rachel mcadams sex</a> |
11/05/2007 6:51 PM
Friends help you move. Real friends help you move bodies
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/vadhoms/index33.html">male gym sex</a> |
11/05/2007 7:26 PM
What is a free gift ? Aren't all gifts free?
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/etooking/index31.html">nun sex comics</a> |
11/05/2007 8:05 PM
Save the whales, collect the whole set
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/swiseny/index29.html">disney secret sex</a> |
11/05/2007 8:37 PM
The gene pool could use a little chlorine.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/Lostsoldier3/index29.html">free internet sex porn</a> |
11/05/2007 9:04 PM
Oops. My brain just hit a bad sector.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/pyzoid/index15.html">bride sex porn</a> |
11/05/2007 9:33 PM
Build a watch in 179 easy steps - by C. Forsberg.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/pyzoid/index19.html">bottems bum sex</a> |
11/05/2007 10:08 PM
Please write anything else!
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/selli83/index22.html">adult sex contact</a> |
11/05/2007 10:42 PM
Give me ambiguity or give me something else.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/numdaso/index25.html">iowa sex regestry</a> |
11/05/2007 11:14 PM
What is a free gift ? Aren't all gifts free?
Posted by
<a href="http://cialis.whdot.com/index5.html">cialis potenzmittel</a> |
11/06/2007 12:18 AM
Give me ambiguity or give me something else.
Posted by
<a href="http://web.archive.org/web/20070818072041/xanga.com/buyvalium">buyvalium</a> |
11/06/2007 12:51 AM
actually, that's brilliant. Thank you. I'm going to pass that on to a couple of people.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/numdaso/index10.html">japan car sex</a> |
11/06/2007 1:31 AM
Give me ambiguity or give me something else.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/febisko/index34.html">binary sex picture</a> |
11/06/2007 2:12 AM
I don't suffer from insanity. I enjoy every minute of it.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/topletrufus/index23.html">gender vs sex</a> |
11/06/2007 2:49 AM
Nice Article.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/yetzeit/index30.html">asian sex porno</a> |
11/06/2007 3:22 AM
All generalizations are false, including this one.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/brittanyrogers/64-0411.html">all interracial sex</a> |
11/06/2007 3:55 AM
The gene pool could use a little chlorine.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/glicia80/index24.html">sex beurettes real</a> |
11/06/2007 4:24 AM
Suicidal twin kills sister by mistake!
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/reekello/index5.html">deck sex drink</a> |
11/06/2007 4:50 AM
Oops. My brain just hit a bad sector.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/tortene/index17.html">office sex pics</a> |
11/06/2007 5:19 AM
Lottery: A tax on people who are bad at math.
Posted by
<a href="http://users2.TitanicHost.com/parana/cocaine-chalking-acetone.html">cocaine chalking aceton</a> |
11/06/2007 5:49 AM
Lottery: A tax on people who are bad at math.
Posted by
name |
11/06/2007 6:21 AM
Ever notice how fast Windows runs? Neither did I.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/cuhozhilov/index18.html">eat shit sex shit eating pics sex sc</a> |
11/06/2007 6:57 AM
Friends help you move. Real friends help you move bodies.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/robertf/index26.html">teen teen porn</a> |
11/06/2007 7:30 AM
Hello all!
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/maxeevich/index15.html">adult dvd stores com adult dvds porn</a> |
11/06/2007 8:06 AM
Ever notice how fast Windows runs? Neither did I.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/dityroe/index33.html">lightspeed sorority sex</a> |
11/06/2007 8:38 AM
I don't suffer from insanity. I enjoy every minute of it.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/liperwo/index5.html">babies having sex</a> |
11/06/2007 9:09 AM
Thanks to author.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/dasistorama/index7.html">ftp porn free</a> |
11/06/2007 9:41 AM
When there's a will, I want to be in it.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/rego07/index28.html">chinese porn videos free</a> |
11/06/2007 10:21 AM
Lottery: A tax on people who are bad at math.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/artinko/index3.html">hermaphrodites sex porn</a> |
11/06/2007 11:05 AM
The gene pool could use a little chlorine.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/lindafmosley/index32.html">anal sex women forum hood</a> |
11/06/2007 11:40 AM
What is a free gift ? Aren't all gifts free?
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/tereritoa1/36-0411.html">free tanny sex</a> |
11/06/2007 12:18 PM
Build a watch in 179 easy steps - by C. Forsberg.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/eynol/index14.html">porn pictures of young girls</a> |
11/06/2007 12:55 PM
Give me ambiguity or give me something else.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/dentouj/index22.html">hardcore tranny sex</a> |
11/06/2007 1:26 PM
Give me ambiguity or give me something else.
Posted by
<a href="http://users2.TitanicHost.com/almaz/imformation-on-opium.html">imformation on opium</a> |
11/06/2007 2:04 PM
Save the whales, collect the whole set
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/bybonte/index20.html">cerita nyamuk sex</a> |
11/06/2007 2:48 PM
C++ should have been called B
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/unareq/index9.html">planet of sex</a> |
11/06/2007 3:32 PM
If ignorance is bliss, you must be orgasmic.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/mezers/index15.html">buster sex disney</a> |
11/06/2007 4:20 PM
Build a watch in 179 easy steps - by C. Forsberg.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/deswef/index8.html">cartoon sex online</a> |
11/06/2007 5:03 PM
Please write anything else!
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/tedethe/index14.html">forced sex mgp</a> |
11/06/2007 5:43 PM
Friends help you move. Real friends help you move bodies
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/simpleplayer/index30.html">indian porn gallery</a> |
11/06/2007 6:30 PM
Oops. My brain just hit a bad sector.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/sobermi/index8.html">indian pic sex</a> |
11/06/2007 7:25 PM
Friends help you move. Real friends help you move bodies
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/clydej/index20.html">xxx porn passwords pics teens</a> |
11/06/2007 8:14 PM
I don't suffer from insanity. I enjoy every minute of it.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/xcalomi/index32.html">jennie finch sex</a> |
11/06/2007 8:58 PM
640K ought to be enough for anybody. - Bill Gates 81
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/ramisew/index13.html">porn sex violent</a> |
11/06/2007 9:36 PM
Give me ambiguity or give me something else.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/hegory/index11.html">baby oil porn</a> |
11/06/2007 10:15 PM
If ignorance is bliss, you must be orgasmic.
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/sidspros/index3.html">korea group sex</a> |
11/06/2007 10:51 PM
Suicidal twin kills sister by mistake!
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/whitedenster/index31.html">boy and mom porn</a> |
11/06/2007 11:27 PM
Please write anything else!
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/MarcellaDurant/index25.html">3-d sex games</a> |
11/07/2007 12:10 AM
640K ought to be enough for anybody. - Bill Gates 81
Posted by
<a href="http://users2.titanichost.com/cationie1/index3.html">party sex vids</a> |
11/07/2007 12:52 AM
A lot of people mistake a short memory for a clear conscience.
Posted by
<a href="http://phentermine.43i.net/845-061107.html">phentermine over night delivery no prescription</a> |
11/07/2007 1:36 AM
Suicidal twin kills sister by mistake!
Posted by
<a href="http://phentermine.43i.net/369-061107.html">cheap phentermine drugs</a> |
11/07/2007 2:25 AM
Wonderful blog.
Posted by
<a href="http://phentermine.43i.org/176-061107.html">buy phentermine didrex adipex diet pills online</a> |
11/07/2007 3:13 AM